logo
UPACARA MEMPERINGATI HARI BHAYANGKARA KE 74 TANGGAL 1 JULI 2020 DI MAPOLRES LEMBATA Pada hari Rabu,tanggal 01 Juli 2020,Ketua Pengadilan Negeri Lembata menghadiri upacara dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 74 tanggal 01 Juli 2020 yang dilaksanakan secara virtual dengan tetap mengikuti standar protokoler… Baca Selengkapnya
PENGAWASAN DAN PENGAMATAN PADA LAPAS LEMBATA OLEH KIMWASMAT PN LEMBATA KELAS II Baca Selengkapnya
PN Lembata menyambut New Normal oleh AFB TV Baca Selengkapnya
Apel Pagi,Senin 29 Juni 2020 Apel pagi hari Senin tanggal 29 Juni 2020 dilaksanakan didepan gedung kantor Pengadilan Negeri Lembata,yang diikuti segenap warga PN Lembata baik Hakim,ASN,Tenaga Pramu Bhakti dan juga petugas kemananan. Pada kesempatan itu,bertindak… Baca Selengkapnya
Jumad Sehat bersama Central Dance Club dan Kejaksaan Negeri Lembata Pengadilan Negeri Lembata selalu memiliki program Jumad yang  berbeda setiap minggunya.Jumad Bakti,Jumad Sehat ataupun kegiatan lainnya yang berguna untuk merefresh semangat kerja para… Baca Selengkapnya
Apel Pagi,Senin 22 Juni 2020 Apel pagi hari Senin tanggal 22 Juni 2020 dilaksanakan didepan gedung kantor Pengadilan Negeri Lembata,yang diikuti segenap warga PN Lembata baik Hakim,ASN,Tenaga Pramu Bhakti dan juga petugas kemananan. Pada kesempatan… Baca Selengkapnya
Apel Pagi,Senin 15 Juni 2020 Apel pagi hari Senin tanggal 15 Juni 2020 dilaksanakan didepan gedung kantor Pengadilan Negeri Lembata,yang diikuti segenap warga PN Lembata baik Hakim,ASN,Tenaga Pramu Bhakti dan juga petugas kemananan. Pada kesempatan itu,bertindak… Baca Selengkapnya
Mediasi

MEDIASI
Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan Para Pihak dengan dibantu oleh Mediator. Mediasi memiliki ciri yang sama dengan proses musyawarah, dimana tidak boleh ada paksaan untuk menerima atau menolak suatu argumen, gagasan atau penyelesaian selama proses berlangsung. Dimana segala sesuatunya harus memperoleh persetujuan Para Pihak.

Ketentuan mengenai Proses Mediasi di Pengadilan Negeri diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang merupakan hasil revisi dari Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2008.

POIN MEDIASI
1. Dalam setiap perkara perdata, apabila kedua belah pihak hadir di persidangan, hakim wajib mendamaikan kedua belah pihak. Usaha mendamaikan kedua belah pihak yang berperkara tidak      terbatas pada hari sidang pertama saja, melainkan dapat dilakukan dalam sidang-sidang berikutnya meskipun taraf pemeriksaan lebih lanjut (Pasal 130 HIR/Pasal 154 RBg).
2. Jika usaha perdamaian berhasil, maka dibuat akta perdamaian, yang harus dibacakan terlebih dahulu oleh hakim dihadapan Para Pihak sebelum Hakim menjatuhkan Putusan yang menghukum     kedua belah pihak untuk mentaati isi perdamaian tersebut.
3. Akta/Putusan perdamaian mempunyai kekuatan yang sama dengan putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap dan apabila tidak dilaksanakan, eksekusi dapat dimintakan kepada Ketua     Pengadilan yang bersangkutan.
4. Akta/putusan perdamaian tidak dapat dilakukan upaya hukum banding, kasasi dan peninjauan kembali.
5. Jika usaha perdamaian tidak berhasil, hal tersebut harus dicatat dalam berita acara persidangan, selanjutnya pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat gugatan dalam bahasa     yang dimengerti Para Pihak, jika perlu dengan menggunakan penerjemah (Pasal 131 HIR/Pasal 155 RBg).
6. Khusus untuk gugatan perceraian, Hakim wajib mendamaikan Kedua belah pihak yang bersengketa, yang sedapat mungkin dihadiri sendiri oleh suami-istri tersebut.
7. Apabila usaha perdamaian berhasil, maka gugatan perceraian tersebut harus dicabut, apabila usaha perdamaian gagal maka gugatan perceraian diperiksa dalam sidang yang tertutup untuk     umum.





Berita Lainnya

Pengumuman

Agenda Pengadilan